Make your own free website on Tripod.com

ORANG KITA

MANSHURIN WEBZINE COMMUNITY


  Home  

Dakwah 

Cerita islami

Suara Kita
Buku Tamu
Chatt
Forum
Duit Gratis
Free  E Mail
 

HAKEKAT HIDUP
Banyak manusia di dunia ini tidak mengerti akan hakikat hidupnya yaitu untuk beribadah kepda Alloh, mereka mendustakan ayat ayat Alloh, tidak percaya adanya kehidupan setelah mati, adanya pembalan dihari kiamat, adanya surga dan neraka. Tidak hanya demikian tapi mereka tergolong orang orang yang suka melakukan kejahatan, merampok, membunuh, memperkosa dan lain lain. Orang orang tersebut mati sewaktu waktu masuk neraka. Disisi lain banyak juga manusia yang mengerti hakikat hidup yaitu untuk beribadah. Mereka meyakini kebenaran islam dan telah mengerjakan syariat syariat agama yaitu syahadat, sholat, zakat, puasa, haji juag membaca alquran, membangun sarana ibadah, membantu orang miskin, menyantuni anak yatim dan lain lain. Tetapi apakah yang mereka kerjakan itu bisa mewujudkan apa yang menjadi angan angan mereka dan harapan mereka ? Jawabanya : tentu tidak, sebab mereka beribadah tidak berdasarkan ilmu (petunjuk Alloh dan utusanya ) , mereka taqlid, tidak menjaga kemurnian agama, mengikuti  apa yang dikerjakan kebanyakan orang dan angan angan semata. Orang orang seperti ini jelas golongan orang orang yang tersesat, menentang kepada Alloh dan utusanya, mati wajib masuk neraka

Wajibnya menetapi ibadah secara murni

Telah kita sadari dan fahami bersama bahwa tugas pokok manusia sebagai hamba Alloh yang diciptakan di muka bumi adalah beribadah kepadaNya, kewajibanya yang harus di lakukannya sendiri tidak boleh diwakilkan, tidak bisa di tunda kapan saja, di mana saja, dalam keadaan apa saja bagaimana saja tidak boleh ditinggalkan dengan alasan apapun. Hal ini telah ditetapkan dan ditegaskan oleh Alloh dalam Al - Qur'an : "Dan aku ( Alloh  ) tidak menjadikan manusia dan jin kecuali untuk beribadah kepadaku". Setelah Alloh menetapkan suatu kewajiban terhadap jin dan manusia untuk beribadah, kemudian Alloh mengutus para nabi dan rosulnya dengan di beri wahyu yang berisikan syariat dan tuntunan cara ibadahyang harus dikerjaka secara murni. Ketentuan ini telah di firmankan oleh Alloh dalam Al - Qur'an : "Beribadahlah kepada Alloh dengan memurnikan agama kepadaNya" , dan sabda nabi : "Sesungguhnya Alloh tidak menerima suatu amalan ibadah kecuali amalan yang murni dan mencari wajah Alloh ( karena Alloh )
Dari dalil di atas  telah dapat dimengerti dan di fahami bahwa beribadah harus benar benar murni  tidak boleh di campuri, di tambah atau dikurangi. Beribadah secara murni akanditerima Alloh dan di masukan dalam surga. Sebaliknya jika tidak murni akan di tolak oleh Alloh dan akan dimasukan ke dalam neraka

Batas batas kemurnian agama

Murni pedomannya
Pedoman umat islam yang telah dijamin kesempurnaannya dan kebenarannya adalah Al qur'an dan Al hadist, yang di dalamnya telah dimuat ketentuan ketentuan, hukum hukum ,dan peraturan peraturan yang berkaitan dengan perintah larangan, haq batal, dosa pahala dan lain lain. Maka dengan Al qur'an dan Al hadist sudah cukup sempurna sebagai pegangan  untuk melaksanakan ibadah kepada Alloh dan di jamin benarnya, pasti sahnya, pasti surganya, se[perti sabda nabi ; "Telah aku tinggalkan di kalangan kalian dua perkara yang kalian tidak akan sesat selama berpegang teguh dengan keduanya yaitu kitab Alloh ( Al qur'an ) dan sunnah nabi ( Al hadist ) . Untuk memahami,  mengerti, meyakini  kebenaran Alqur'an dan Al hadist sekaligus untuk menjaga kemurnianya, kita dituntut dan di wajibkan untuk mengaji secara benar yaitu dengan cara manqul yang berisnad - muttushil sampai faham

SEBELUMYA

SELANJUTNYA